Memahami Average Directional Movement Index (ADX) untuk Trading yang Lebih Baik

Mike 2005.12.07 00:10 12 0 0
Lampiran


Indikator Teknikal Average Directional Movement Index (ADX) sangat membantu trader dalam menentukan adanya tren harga. Indikator ini dikembangkan oleh Welles Wilder dan dibahas secara mendalam dalam bukunya yang berjudul "New Concepts in Technical Trading Systems".

Metode trading paling sederhana yang berbasis pada sistem pergerakan arah ini melibatkan perbandingan antara dua indikator arah: +DI periode 14 dan -DI periode 14. Untuk melakukannya, trader bisa meletakkan grafik indikator satu di atas yang lain, atau mengurangkan +DI dari -DI. Welles Wilder merekomendasikan untuk membeli ketika +DI lebih tinggi dari -DI, dan menjual ketika +DI turun lebih rendah dari -DI.

Selain aturan sederhana ini, Welles Wilder juga menambahkan "aturan titik ekstrem". Aturan ini digunakan untuk menghilangkan sinyal yang salah dan mengurangi jumlah transaksi. Menurut prinsip titik ekstrem, "titik ekstrem" adalah saat +DI dan -DI saling berpotongan. Jika +DI lebih tinggi dari -DI, titik tersebut akan menjadi harga maksimum hari itu saat mereka berpotongan. Sebaliknya, jika +DI lebih rendah dari -DI, titik tersebut akan menjadi harga minimum hari itu saat mereka berpotongan.

Titik ekstrem kemudian digunakan sebagai level masuk pasar. Jadi, setelah menerima sinyal beli (+DI lebih tinggi dari -DI), trader harus menunggu hingga harga melewati titik ekstrem, baru kemudian melakukan pembelian. Namun, jika harga tidak berhasil melewati level titik ekstrem, sebaiknya trader tetap mempertahankan posisi jual.

Perhitungan

ADX = SUM ((+DI - (-DI)) / (+DI + (-DI)), N) / N

Dimana:
N — jumlah periode yang digunakan dalam perhitungan.

Deskripsi Indikator Teknikal

Deskripsi lengkap tentang ADX dapat ditemukan dalam analisis teknikal: Average Directional Movement Index.

Daftar
Komentar 0