Detrended Price Oscillator (Indikator MetaTrader) — adalah versi osilator harga yang didasarkan pada selisih antara harga saat ini dan rata-rata bergerak sederhana yang digeser dengan (Periode / 2) + 1 bar. Berbeda dengan osilator stochastic, indikator ini bertujuan untuk menunjukkan perubahan tren jangka pendek (gelombang harga di dalam tren jangka panjang). Indikator ini ditampilkan di jendela terpisah pada grafik. Anda bisa menggunakan indikator Detrended Price Oscillator (DPO) ini baik di versi MT4 maupun MT5 dari platform.
Parameter Input
- MA_Period (default = 14) — periode rata-rata bergerak sederhana yang digunakan dalam indikator.
- BarsToCount (default = 400) — jumlah bar yang digunakan untuk menghitung indikator.
- EnableNativeAlerts (default = false) — jika true, indikator akan menggunakan peringatan pop-up bawaan MetaTrader.
- EnableEmailAlerts (default = false) — jika true, indikator akan menggunakan peringatan email dari MetaTrader. Email harus dikonfigurasi dengan benar di MetaTrader melalui Tools->Options->Email.
- EnablePushAlerts (default = false) — jika true, indikator akan menggunakan peringatan notifikasi push dari MetaTrader. Notifikasi harus dikonfigurasi dengan benar di MetaTrader melalui Tools->Options->Notifications.
- TriggerCandle (default = Previous) — candle yang digunakan untuk mengeluarkan peringatan: Previous — candle yang baru saja ditutup atau Current — candle yang belum selesai.
Strategi
Perubahan tren ditandai dengan persilangan indikator dan level nol. Namun, karena indikator ini bersifat lagging, memprediksi persilangan tersebut bisa menjadi teknik yang lebih baik. Meskipun bukan indikator yang sangat akurat untuk tujuan trading langsung, DPO masih dapat digunakan untuk konfirmasi tren jangka pendek.
Peluang lain dengan Detrended Price Oscillator adalah untuk mendeteksi divergensi dengan grafik harga. Seperti yang bisa Anda lihat pada grafik di bawah, pembalikan tren utama dapat terlihat dengan membandingkan double top yang ditunjukkan oleh harga dan lower high pada grafik DPO.

Komentar 0