Mengungkap Indikator Squeeze Break untuk Trading yang Lebih Cerdas

Mike 2009.04.17 18:17 41 0 0
Lampiran

Indikator ini didasarkan pada strategi yang disebutkan dalam buku John Carter, Mastering the Trade. Ide dasar dari strategi ini adalah pasar cenderung bergerak dari periode volatilitas rendah ke tinggi, dan sebaliknya. Strategi ini bertujuan untuk menangkap pergerakan dari volatilitas rendah ke tinggi.

Untuk mengukur ini, John Carter menggunakan dua indikator yang cukup umum - Bollinger Bands dan Keltner Channels (meskipun Keltner Channels mungkin tidak terlalu umum!). Ia juga memanfaatkan indikator Momentum untuk memberikan bias trading, terutama saat Bollinger Bands kembali keluar dari Keltner Channels.

Indikator Squeeze_Break menggabungkan semua ini menjadi sebuah indikator sinyal dengan komponen berikut:

  1. Histogram hijau positif menunjukkan bahwa Bollinger Bands berada di luar Keltner Channels, dan pasar kemungkinan besar sedang trending atau volatile. Semakin kuat histogram, semakin kuat pergerakan harga dalam arah tersebut.
  2. Histogram merah negatif berarti Bollinger Bands berada di dalam Keltner Channels, dan pasar kemungkinan besar sedang konsolidasi. Semakin kuat histogram merah, semakin ketat aksi harga yang terjadi.
  3. Indikator Momentum juga disertakan dalam indikator ini. Berdasarkan strategi John Carter, ia mengambil posisi long ketika Bollinger Bands menembus keluar dari Keltner Bands dan indikator Momentum berada di atas garis nol. Sebaliknya, ia mengambil posisi short ketika indikator Momentum berada di bawah garis nol.
  4. Saya juga telah menambahkan informasi indikator lainnya di sudut kiri atas untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang kondisi pasar saat ini.
  5. Indikator ini memberikan suara peringatan ketika potensi breakout sedang terjadi. Indikator ini cenderung lebih baik digunakan pada timeframe yang lebih besar. Secara pribadi, saya tidak trading hanya berdasarkan sinyal alert saja. Ini hanya alat bantu yang berguna untuk memperingatkan saya tentang perubahan dalam aksi harga dan potensi breakout.

Daftar
Komentar 0