Halo, para trader! Kali ini kita akan membahas tentang indikator yang menarik, yaitu Inverse Distance Weighted Moving Average (IDWMA). Indikator ini mampu bekerja di berbagai timeframe dan memberikan penekanan pada harga yang jauh dari rata-rata. Dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA), IDWMA ini lebih halus tetapi tetap mengikuti pergerakan harga layaknya Exponential Moving Average (EMA) dengan panjang yang sama.
Saya menemukan informasi mengenai IDWMA di Wikipedia, dan berpikir ini bisa berguna, jadi saya pun memprogramnya.
Seperti halnya SMA, IDWMA juga memiliki sedikit overshoot dan lag awal, tetapi ia lebih cepat mendekati harga dibandingkan EMA yang sebanding. Lag awal ini bisa bermanfaat saat menggunakan trailing stop atau ketika pasar mengalami pembalikan arah.
Ada empat parameter yang perlu diperhatikan pada IDWMA. Tiga dari parameter tersebut mirip dengan moving average standar:
externint MA_Period = 14; // Periode Moving Average Defaultexternint MA_Shift = 0; // Geser Moving Average Defaultexternint MA_Price = 0; // PRICE_CLOSE=0, Open=1, High=2, Low=3, median=4, typical=5, weighter=6externint MA_TF = 0; // Chart=0, PERIOD_H1...


Komentar 0