Indikator ini merupakan pengembangan dari ide penggunaan volume yang dinormalisasi (Normalized Volume).
Pertama-tama, nilai yang dinormalisasi sekarang dinyatakan dalam persentase dari nilai rata-rata untuk suatu periode. Dengan begitu, data pada grafik sekarang bisa menunjukkan nilai negatif juga. Ini menandakan adanya kondisi pasar yang kurang aktif.
Inovasi berguna lainnya adalah mewarnai batang histogram berdasarkan ukuran volume yang dinormalisasi.
- Warna biru menunjukkan bahwa volume saat ini lebih kecil dari rata-rata untuk periode ini.
- Warna hijau tua menunjukkan adanya sedikit peningkatan volume dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini.
- Warna hijau muda menandakan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 38.2% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini.
- Warna kuning menandakan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 61.8% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini.
- Warna putih (yang terlihat merah pada gambar di bawah agar tidak menyatu dengan latar belakang) menunjukkan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 100% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini.

Osilator Volume Dinormalisasi
Dalam gambar di atas, kamu bisa melihat contoh penggunaan Normalized Volume Oscillator saat menganalisis probabilitas tembusnya level pivot.
Batang histogram berwarna kuning menunjukkan bahwa kemungkinan tembus sangat tinggi dalam waktu dekat. Batang warna putih (merah dalam gambar di atas) memberi tahu kita bahwa tembusan sedang terjadi saat ini, dan kemungkinan besar itu benar.
Indikator ini bekerja dengan baik pada kerangka waktu yang relatif kecil (misalnya 15 menit).
Pada tren yang lebih panjang, kondisi tembusan menjadi "teredam", karena level volume umum untuk periode tersebut tinggi. Dalam kasus ini, cukup jika batang histogram berwarna hijau.

Komentar 0